Updates from March, 2011 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • ami26chan 9:12 am on March 31, 2011 Permalink | Reply  

    Abstraksi.. 

    Pengertian Abstraksi

    Abstraksi merupakan sebuah proses yang ditempuh pikiran untuk sampai pada konsep yang bersifat universal. proses ini berangkat dari pengetahuan mengenai obyek individual yang bersifat spasiotemporal (ruang dan waktu). Pikiran melepaskan sifat individual dari obyek dan membentuk konsep universal.

    Beberapa Pengertian Khusus

    1. Sesuatu yang dilihat tidak mengacu kepada obyek atau peristiwa khusus. Abstraksi menyajikan secara simbolis atau secara konseptual serta secara imajinatif sesuaru yang tidak dialami secara langsung atau konkret.

    2. Hasil akhir dari proses abstraksi. Dengan proses itu kualitas,atau relasi atau ciri dari suatu keseluruhan dipisahkan sebagai ide dari keseluruhan itu.

    3. Dalam logika tradisional: proses menghasilkan konsep universal dari obyek partikular. Misalnya konsep “manusia” diangkat dari pria dan wanit^ yang merupakan obyek partikular.

    4. Aspek atau benruk kognisi yang secara mental menyendirikan ciri-ciri obyek itu dari y^ng lain. Baik proses maupun hasil dari penyendirian tersebut disebut abstraksi.

    Fungsi / Tujuan abstrak:

    1. Current awareness: memudahkan para pembaca untuk mendapatkan informasi terbaru tentang suatu bidang yang diminati, tanpa harus membaca seluruh isi dokumen

    2. Menghemat waktu pembaca

    3. Melanjutkan membaca atau tidak

    4. Menghindari terjadi duplikasi tulisan

    5. Keyword : memudahkan dalam penyimpanan secara elektronis

    Cara membuat abstraksi

    1. Baca ulang artikel, paper atau laporan

    2. Tulis Draft Kasar, tanpa melihat tulisan lagi

    3. Revisi Draft Kasar tersebut dengan:

    • Membenarkan kesalahan strukturnya Tingkatkan transisi dari point satu ke point lainnya Buang informasi yang tidak berguna.
    • Tambahkan informasi yang tertinggal.
    • Hilangkan kata-kata yang tidak perlu.
    • Betulkan kesalahan ejaan, grammar, dsb.

    4.Cetak dan baca lagi

    Isi dari abstraksi

    • Tujuan (Purpose)
    • Apa alasan penulis
    • Apa ide utama (main idea) dari penulis ?
    • Cakupan (Scope)
    • Apa yang menjadi fokus penulis ?
    • Dimana yang menjadi konsentrasi dari penulis ?
    • Metode (Method)
    • Jenis-jenis temuan yang ditampilkan penulis ?
    • Bagaimana penulis meyakinkan pembaca tentang validitas dari ide utamanya ?
    • Hasil (result)
    • Apa konsekuensi dari permasalahan atau isu yang didiskusikan penulis ?
    • Rekomendasi (recommendations)
    • Apa solusi yg ditawarkan penulis ?
    • Apakah penulis merekomendasikan perubahan atau aksi tertentu ?
    • Kesimpulan (conclusions)
    • Apakah penulis menggambarkan hubungan “cause & effect” ?
    • Apa kesimpulan yang dibuat oleh penulis dari studi yang dilakukannya ?

     

    sumber dari:

    http://definisi.bisnismarketing.com/story.php?title=abstraksi

    http://staf.cs.ui.ac.id/WebKuliah/Scientific-Writing/Abstrak

     
  • ami26chan 8:53 am on March 31, 2011 Permalink | Reply  

    Tekhnik Pengumpulan Data 

    Proses Pengumpulan Data

    Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Data dikumpulkan dari sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Sampel tersebut terdiri atas sekumpulan unit analisis sebagai sasaran penelitian. Proses pengumpulan data menurut Nan Lin pada umunya terdiri atas 8 tahap, yaitu sebagai berikut:

    1.   Tinjauan literatur dan konsultasi dengan ahli

    Pengumpulan data biasanya diawali dengan mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan masalah penelitian. Informasi-informasi tersebut dapat diperoleh melalui peninjau literatur yang relevan dan konsultasi dengan para ahli. Melalui usaha-usaha ini peneliti berusaha memahami benar-benar isu penelitian, konsep, dan variable-variabel yang dipergunakan oleh peneliti lain dalam mempelajari hal yang serupa di masa lalu, dan hipotesis-hopotesis yang pernah diteliti pada waktu lalu. Perlu juga dipahami ciri-ciri orang yang menjadi responden kita dalam penelitian.

    2.   Mempelajari dan melakukan pendekatan terhadap kelompok masyarakat di mana data        akan dikumpulkan.

    Maksudnya supaya peneliti yang bersangkutan dapat diterima di dalam kelompok masyarakat itu dan memahami berbagai kebiasaan yang berlaku di dalamnya. Untuk itu perlu dikaitkan pendekatan terhadap tokoh-tokoh yang bersangkutan.

    3. Membina dan memanfaatkan hubungan yang baik dengan responden dan   lingkungannya.

    Untuk maksud tersebut peneliti perlu mempelajari kebiasaan-kebiasaan respondennya termasuk cara mereka berpikir, cara mereka melakukan sesuatu, bahasa yang dipergunakan, waktu luang mereka, dan sebagainya.

    4.   Uji coba atau pilot study

    Pengumpulan data didahului dengan uji coba instrumen penelitian pada sekelompok masyarakat yang merupakan bagian dari populasi yang bukan sample. Maksudnya untuk mengetahui apakah instrument tersebut cukup handal atau tidak, komunikatif, dapat dipahami, dan sebagainya.

    5.   Merumuskan dan menuyusun pertanyaan

    Setelah hasil uji coba itu dipelajari, disusunlah instrumen penelitian dalam bentuknya yang terakhir berupa pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan tujuan penelitian. Pertanyaan itu harus dirumuskan sedemikian rupa sehingga ia mengandung makna yang signifikan dan substansif.

    6.   Mencatat dan memberi kode (recording and coding)

    Melalui instrumen penelitian yang telah dipersiapkan, dilakukan pencatatan terhadap data yang dibutuhkan dari setiap responden. Informasi-informasi yang diperoleh dari pencatatan ini diberi kode guna memudahkan proses analisis.

    7.   Cross checking, validitas, dan reliabilitas

    Tahap ini terdiri atas cross checking terhadap data yang masih diragukan kebenarannya, serta memeriksa validitas dan reliabilitasnya.

    8. Pengorganisasian dan kode ulang data yang telah terkumpul supaya dapat dianalisis.

    Metode Pengumpulan Data

    Untuk mengumpulkan data dilakukan dengan metode tertentu sesuai dengan tujuannya. Dalam metode pengumpulan data tentu diperlukan sebuah alat atau instrumen pengumpul data. Alat pengumpul data dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertama alat pengumpul data dengan menggunakan metode tes dan metode non tes.

    1. Pengumpulan Data dengan Metode Tes

    Tes merupakan suatu metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan batin seseorang, dengan menggunakan pengukuran (measurement) yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang diteliti. Keunggulan metode ini adalah lebih akurat karena tes berulang-ulang direvisi dan instrument penelitian yang objektif. Sedangkan kelemahan metode ini adalah hanya mengukur satu aspek data, memerlukan jangka waktu yang panjang karena harus dilakukan secara berulang-ulang, dan hanya mengukur keadaan siswa pada saat tes itu dilakukan. Adapun jenis-jenis tes, yaitu:

    a. Tes Intelegensi

    b Tes Bakat

    c Tes Minat

    d Tes Kepribadian

    e Tes Perkembangan Vokasional

    f Tes Hasil Belajar (Achievement Test)

    2. Pengumpulan Data dengan Metode Non Tes

    a. Observasi

    Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Observasi merupakan metode yang cukup mudah dilakukan untuk pengumpulan data. Observasi ini lebih banyak digunakan pada statistika survei, misalnya akan meneliti kelakuan orang-orang suku tertentu. Observasi ke lokasi yang bersangkutan akan dapat diputuskan alat ukur mana yang tepat untuk digunakan

    Keuntungan dalam melalukan metode observasi antara lain :

    a.       Pada kasus dimana perolehan data dengan metode lain kurang memuaskan dapat dipertegas dengan observasi lapangan sehingga menjadi lebih akurat.

    b.      Dalam waktu yang bersamaan peneliti dapat dengan mudah mengambil responden yang mungkin dengan pertimbangan khusus untuk mengambil tidakan.

    c.       Banyak gejala atau peristiwa yang hanya dapat diselidiki dengan cara observasi.

    d.      Hasil yang diperoleh lebih akurat dan sulit dibantah karena sudah melalui penelitian.

    e.       banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi, misalnya terlalu sibuk dan kurang waktu untuk diwawancarai atau menisci kuesioner.

    f.       kejadian yang serempak dapat diamati dan dan dicatat serempak pula dengan memperbanyak observer, dan banyak kejadian yang dipandang kecil yang tidak dapat ditangkap oleh alat pengumpul data yang lain, yang ternyata sangat menentukan hasil penelitian.

    Kelemahan dalam melakukan metode observasi antara lain:

    a.       Observasi tergantung pada kemampuan pengamatan dan mengingat.

    b.      Kelemahan-kelemahan observer dalam pencatatan.

    c.       Banyak kejadian dan keadaan objek yang sulit diobservasi, terutama yang menyangkut kehidupan peribadi yang sangat rahasia.

    d.      Oberservasi sering menjumpai observer yang bertingkah laku baik dan menyenangkan karena tahu bahwa ia sedang diobservasi.

    e.       Data yang diperoleh terkadang bersifat Subyektif.

    f.       Apabila tujuan yang diteliti ingin mengungkap kejadian masa lalu maka dengan metode observasi tidak bisa digunakan.

    b. Angket atau kuesioner (questionnaire)

    Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertnyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebiasaan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya. Kuesioner merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimat pendek dengan maksud yang jelas. Penggunaan kuesioner sebagai metode pengumpulan data terdapat beberapa keuntungan, diantaranya adalah pertanyaan yang akan diajukan pada responden dapat distandarkan, responden dapat menjawab kuesioner pada waktu luangnya, pertanyaan yang diajukan dapat dipikirkan terlebih dahulu sehingga jawabannya dapat dipercaya dibandingkan dengan jawaban secara lisan, serta pertanyaan yang diajukan akan lebih tepat dan seragam. Kuesioner dapat dibagi menjadi empat, yaitu:

    1. Kuesioner tertutup

    Setiap pertanyaan telah disertai sejumlah pilihan jawaban. Responden hanya memilih jawaban yang paling sesuai.

    2. Kuesioner terbuka

    Dimana tidak terdapat pilihan jawaban sehingga responden haru memformulasikan jawabannya sendiri.

    3. Kuesioner kombinasi terbuka dan tertutup

    Dimana pertanyaan tertutup kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka.

    4. Kuesioner semi terbuka

    Pertanyaan yang jawabannya telah tersusun rapi, tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban.

    Keuntungan angket

    1. Lebih mudah jika responden yang akan diambil datanya jarak lokasinya cukup jauh.
    2. Bila responden berjumlah banyak maka pertanyaan yang telah disiapkan akan lebih efisein.
    3. Memberikan kemudahan bagi responden untuk menjawab pertanyaan karena dapat berdiskusi terlebih dahulu dengan responden lainnya.
    4. Responden dapat lebih leluasa dalam menjawab soal kapan saja maupun dimana saja.

    Kelemahan angket

    1. Kurang fleksibel
    2. Terkadang jawaban yang diberikan oleh responden akan terpengaruh oleh keadaan sekitar.
    3. Bisa terjadi kesalah tanggapan oleh responden dalam menjawab pertanyaan.

    c. Wawancara

    Wawancara informasi merupakan salah satu metode pengumpulan data untuk memperoleh data dan informasi dari narasumber secara lisan. Proses wawancara dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung dengan narasumber. Dalam proses wawancara interviewer mengajukan pertanyaan, baik dengan meminta penjelasan dan jawaban dari pertanyaan yang diberikan dan membuat catatan mengenai hal-hal yang diungkapkan kepadanya. Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara, yaitu:

    1. Pedoman wawasan tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Tentu saja kreativitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan hasil wawancara dengan jenis pedoman ini lebih banyak tergantung dari pewawancara. Pewawancaralah sebagai pengemudi jawaban responden. Jenis interviu ini cocok untuk penilaian khusus.

    2. Pedoman wawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list. Pewawancara tinggal membubuhkan tanda (check) pada nomor yang sesuai.

    Pedoman wawancara yang banyak digunakan adalah bentuk “semi structured”. Dalam hal ini maka mula-mula interviewer menanyakan beberapa pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu per satu diperdalam dalam mengorek keterangan lebih lanjut. Dengan demikian jawaban yang diperoleh bisa meliputi semua variabel, dengan keterangan yang lengkap dan mendalam.

    Keuntungan wawancara

    1. Data yang diperoleh akan cepat dan secara langsung.
    2. Pertanyaan dapat langsung mengenai kesasaran.
    3. Bersifat fleksibel.

    Kelemahan wawancara

    1. Membutuhkan waktu lebih lama karena kesulitan bertemu dengan nara sumber.
    2. Memerlukan biaya yang lebih mahal.
    3. Memerlukan pewawancara yang lebih banyak.

    d.Teknik Sampling

    Sampel (contoh) merupakan sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik tertentu yang disebut dengan teknik sampling. Teknik sampling berguna agar:

    1. Mereduksi anggota populasi menjadi anggotas sampel yang mewakili populasinya (representatif), sehingga kesimpulan dapat dipertanggungjawabkan.
    2. Lebih teliti menghitung yang sedikit daripada yang banyak
    3. menghemat waktu, tenaga dan biaya.

    Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam mengambil sampel adalah sbb:

    1. Tentukan dulu daerah generalisasinya. Banyak penelitian menurun mutunya karena generalisasi kesimpulannya terlalu luas. Penyebabnya karena peneliti ingin agar hasil penelitiannya berlaku secara meluas dan menganggap sampel yang dipilihnya sudah mewakili populasinya.
    2. Berilah batas-batas yang tegas tentang sifat-sifat populasi. Populasi tidak harus manusia. Populasi dapat berupa benda-benda lainnya. Semua benda yang akan dijadikan populasi harus ditegaskan batas-batas karakteristiknya, sehingga dapat menghindari kekaburan dan kebingungan.
    3. Tentukan sumber-sumber informasi tentang populasi. Ada beberapa sumber informasi yang dapat memberi petunjuk tentang karakteristik suatu populasi. Misalnya didapat dari dokumen.
    4. Pilihlah teknik  sampling dan hitunglah besar anggota sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian.

    Teknik pengambilan sampel dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

    1. Sampling random (probability sampling), yaitu pengambilan sampel secara acak (random) yang dilakukan dengan cara undian, ordinal atau tabel bilangan random atau dengan komputer.
    2. Sampling non random (non probability sampling), yaitu pengambilan sampel secara tidak acak

    Teknik Sampling Random

    Terdiri atas 4 macam:

    • Teknik Sampling Sederhana (Simple random sampling)

    Setiap unsur dalam seluruh populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih; dengan menggunakan undian, ordinal atau tabel bilangan random atau dengan komputer. Anggota sampel mudah dan cepat diperoleh, namun kadang tidak mendapatkan data populasi yang lengkap.

    • Teknik Sampling Bertingkat (Stratified Sampling)

    Disebut juga teknik sampling berlapis, berjenjang dan petala. Digunakan apabila populasinya heterogen atau terdiri atas kelompok yang bertingkat. Dengan cara ini anggota sampel dapat lebih representatif, namun perlu usaha mengenali karakteristiknya.

    • Teknik Sampling Kluster (Cluster Sampling)

    Disebut juga teknik sampling daerah, conditional sampling atau restricted sampling. Digunakan bila populasi tersebar dalam beberapa dearah, propinsi, kabupaten kecamatan dst. Pada setiap daerah diberi petak dan setiap petak diberi nomor. Nomor-nomor itu ditarik secara acak untuk menjadi sampelnya.

    • Teknik Sampling Sistematis (Systematical Sampling)

    Sebenarnya merupakan treknik sampling sederhana yang dilakukan secara ordinal. Artinya, anggotas sampel dipilih berdasarkan urutan tertentu. Misalnya setiap kelipatan 5 atau 10 dari daftar poegawai suatu kantor. Keuntungannya dapat digunakan dengan mudah dan cepat namun kadang kurang mewakili populasi.

    Teknik Sampling Nonrandom

    Terdiri atas 3 macam:

    • Teknik Sampling Kebetulan (Accidental Sampling)

    Teknik sampling kebetulan dilakukan apabila pemilihan anggota sampelnya dilakukan terhadap orang atau benda yang kebetulan ada atau dijumpai. Misalnya kita ingin meneliti pendapat masyarakat tentang kenaikan harga dan BBM, maka pertanyaan yang diajukan kepada mereka yang kebetulan dijumpai di pasar atau di tempat-tempat lainnya. Keuntungan menggunakan teknik ini ialah murah, cepat dan mudah. Sedangkan kelemahannya ialah kurang representatif.

    • Teknik Sampling Bertujuan (Purposive Sampling)

    Teknik ini digunakan apabila anggota sampel yang dipilih khusus berdasarkan tujuan penelitiannya. Sebagai contoh: untuk meneliti tentang peraturan lalu lintas, maka hanya mereka yang memiliki SIM atau yang tidak memiliki SIM saja yang dijadikan anggota sampel. Keuntungan menggunakan teknik ini ialah murah, cepat mudah dan relevan dengan tujuan penelitiannya. Sedangkan kerugiannya ialah tidak representatif untuk mengambil kesimpulan secara umum (generalisasi).

    • Teknik Sampling Kuota (Quota Sampling)

    Teknik ini digunakan apabila anggota sampel pada suatu tingkat dipilih dengan jumlah tertentu (kuota) dengan ciri-ciri tertentu. Teknik sampling kuota sering dikacaukan dengan teknik sampling bertujuan. Keuntungan dan kelemahan menggunakan teknik ini adalah seperti halnya teknik sampling bertujuan tadi.

    sumber dari :

    http://dinulislamjamilah.wordpress.com/2010/04/12/metode-pengumpulan-data/

    http://jonikriswanto.blogspot.com/2008/11/metode-pengumpulan-data.html

    http://rafsanjani-biografi.blogspot.com/2011/01/teknik-pengumpulan-data-sampling.html

     
  • ami26chan 8:38 am on March 31, 2011 Permalink | Reply  

    Pengertian Metode Ilmiah. 

    Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

    Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut :

    1. Karakteristik (pengamatan dan pengukuran)
    2. Hipotesis (penjelasan teoritis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
    3. Prediksi (deduksi dari hipotesis)
    4. Eksperimen (pengujian atas semua hal diatas)

    Karakterisasi

    Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia.  Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regrasi.

    Umumnya ada empat karakteristik penelitian ilmiah, yaitu :

    1.    Sistematik.

    Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.

    2.   Logis.

    Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.

    3.   Empirik.

    Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari (fakta aposteriori, yaitu fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu :

    a.   Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain)

    b.   Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu

    c.   Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada hubungan sebab akibat)

    4.   Replikatif.

    Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.

    Prediksi dari hipotesis

    Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi berdasarkan deduksi. Prediksi tersebut mungkin meramalkan hasil suatu eksperimen dalam laboratorium atau pengamatan suatu fenomena di alam. Prediksi tersebut dapat pula bersifat statistik dan hanya berupa probabilitas. Hasil yang diramalkan oleh prediksi tersebut haruslah belum diketahui kebenarannya (apakah benar-benar akan terjadi atau tidak). Hanya dengan demikianlah maka terjadinya hasil tersebut menambah probabilitas bahwa hipotesis yang dibuat sebelumnya adalah benar. Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis. Jika prediksi tersebut tidak dapat diamati, hipotesis yang mendasari prediksi tersebut belumlah berguna bagi metode bersangkutan dan harus menunggu metode yang mungkin akan datang. Sebagai contoh, teknologi atau teori baru boleh jadi memungkinkan eksperimen untuk dapat dilakukan.

    Eksperimen

    Setelah prediksi dibuat, hasilnya dapat diuji dengan eksperimen. Jika hasil eksperimen bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis yang sedak diuji tidaklah benar atau tidak lengkap dan membutuhkan perbaikan atau bahkan perlu ditinggalkan. Jika hasil eksperimen sesuai dengan prediksi, maka hipotesis tersebut boleh jadi benar namun masih mungkin salah dan perlu diuji lebih lanjut. Hasil eksperimen tidak pernah dapat membenarkan suatu hipotesis, melainkan meningkatkan probabilitas kebenaran hipotesis tersebut. Hasil eksperimen secara mutlak bisa menyalahkan suatu hipotesis bila hasil eksperimen tersebut bertentangan dengan prediksi dari hipotesis. Bergantung pada prediksi yang dibuat, berupa-rupa eksperimen dapat dilakukan. Eksperimen tersebut dapat berupa eksperimen klasik di dalam laboratorium atau ekskavasi arkeologis. Eksperimen bahkan dapat berupa mengemudikan pesawat dari New York ke Paris dalam rangka menguji hipotesis aerodinamisme yang digunakan untuk membuat pesawat tersebut. Pencatatan yang detail sangatlah penting dalam eksperimen, untuk membantu dalam pelaporan hasil eksperimen dan memberikan bukti efektivitas dan keutuhan prosedur yang dilakukan. Pencatatan juga akan membantu dalam reproduksi eksperimen.

    langkah-langkah metode ilmiah:

    1.       memilih dan mendefinisikan masalah

    2.       survei terhadap data yang tersedia

    3.       memformulasikan hipotesa

    4.       membangun kerangka analisa serta alat-alat  dalam menguji hipotesa

    5.       mengumpulkan data primer

    6.       mengolah,menganalisa serta membuat interpretasi

    7.       membuat generalisasi dan kesimpulan

    8.       membuat laporan.

    Pelaksanaan metode ilmiah meliputi enam tahap, yaitu:

    1.   Merumuskan masalah.

    Masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan.

    2.   Mengumpulkan keterangan.

    segala informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Sering disebut juga mengkaji teori atau kajian pustaka.

    3.   Menyusun hipotesis.

    Hipotesis merupakan jawaban sementara yang disusun berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaah pustaka.

    4.   Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.

    5.   Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistik untuk menghasilkan kesimpulan.

    Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang objektif, tidak dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal (dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja akan memberikan hasil yang sama).

    6. Menguji kesimpulan.

    Untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil percobaan perlu dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji senantiasa mendukung hipotesis maka hipotesis itu bisa menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.

    Sumber :

    http://amiere.multiply.com/journal/item/19/Metode_Ilmiah

    http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah

     
  • ami26chan 2:08 pm on March 8, 2011 Permalink | Reply  

    KARYA NON ILMIAH 

    Pengertian karya non ilmiah

    Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

    Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah

    • ditulis berdasarkan fakta pribadi,
    • fakta yang disimpulkan subyektif,
    • gaya bahasa konotatif dan populer,
    • tidak memuat hipotesis,
    • penyajian dibarengi dengan sejarah,
    • bersifat imajinatif,
    • situasi didramatisir,
    • bersifat persuasif.
    • tanpa dukungan bukti

    Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah

    • Dongeng
    • Cerpen
    • Novel
    • Drama
    • roman.

    Perbedaan Karya Ilmiah dengan Non-ilmiah

    Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

    Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.

    Pertama

    Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.

    Kedua

    Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.

    Ketiga

    Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah.

    Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian. Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.

    Karya nonilmiah bersifat

    (1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.

    (2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative

    (3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.

    (4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.

     

     

    Sumber dari:

    http://fikarzone.wordpress.com/2011/02/15/karya-ilmiah-non-ilmiah/

    http://silvergrey23.blogspot.com/2010/11/wacana-non-ilmiah.html

    http://nda-kamal.blogspot.com/2011/02/karya-ilmiah.html

     
  • ami26chan 1:46 pm on March 8, 2011 Permalink | Reply  

    KARYA ILMIAH 

    Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan.

    karya tulis ilmiah dibedakan atas 2 jenis, yaitu :

    1. Makalah (paper)
    2. Laporan penelitian.

    Dalam penulisan, baik makalah maupun laporan penelitian, didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Penyusunan dan penyajian karya semacam itu didahului oleh studi pustaka dan studi lapangan ( Azwardi, 2008 : 111).

    Finoza dalam Alamsyah (2008 : 98) mengklasifikasikan karangan menurut bobot isinya atas 3 jenis, yaitu :

    (1) karangan Ilmiah

    Yang tergolong ke dalam karangan ilmiah antara lain makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi.

    (2) karangan semi ilmiah atau ilmiah populer

    Yang tergolong karangan semi ilmiah antara lain adalah artikel, editorial, opini, feuture, reportase.

    (3) karangan non ilmiah

    Yang tergolong dalam karangan non ilmiah antara lain anekdot, opini, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan naskah drama.

     

    Ciri-ciri Karya Ilmiah

    Tidak semua karya yang ditulis secara sistematis dan berdasarkan fakta di lapangan adalah sebuah karya ilmiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini:

    1. Objektif.

    Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.

    2. Netral.

    Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.

    3. Sistematis.

    Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.

    4. Logis.

    Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.

    5. Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan).

    Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.

    6.  Tidak Pleonastis

    Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).

    7.  Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.

     

    Syarat Karya Ilmiah

    Berikut ini adalah syarat-syarat karya ilmiah :

    Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.

    • Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya.
    • Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
    • Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
    • Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandungdalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
    • Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).

    Sikap ilmiah

    Dalam penulisan karya ilmiah ada 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah yang dimaksud adalah sebagai berikut :

    a. Sikap ingin tahu. Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.

    b. Sikap kritis. Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.

    c. Sikap terbuka. Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

    d.Sikap objektif. Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.

    e. Sikap rela menghargai karya orang lain. Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.

    f. Sikap berani mempertahankan kebenaran. Sikap ini menampak pada ketegaran membela fakta dan hasil temuan lapangan atau pengembangan walapun bertentangan atau tidak sesuai dengan teori atau dalil yang ada.

    g. Sikap menjangkau ke depan. Sikap ini dibuktikan dengan selalu ingin membuktikan hipotesis yang disusunnya demi pengembangan bidang ilmunya.

     

    Sumber dari :

    http://nda-kamal.blogspot.com/2011/02/karya-ilmiah.html

    http://daudp65.byethost4.com/mki/mki7.htm

    http://www.capeds.co.cc/2010/04/pengertian-karya-ilmiah.html

     
  • ami26chan 3:16 pm on February 19, 2011 Permalink | Reply  

    Penalaran Deduktif 

    Pengertian Penalaran Deduktif
    Merupakan suatu proses berpikir (penalaran) yang bertolak dari sesuatu proposisi yang sudah ada menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan. Penalaran deduktif juga merupakan proses penalaran untuk menarik kesimpulan dari hal-hal atau fakta-fakta yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus.

    Macam-macam dari penalaran deduktif adalah :
    Silogisme
    Suatu bentuk proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisi ketiga. Dengan kata lain silogisme dapat di bentuk dengan dengan rangkaiian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat (premis) dan 1 kesimpulan (konklusi).

    Kriteria silogisme sebagai barikut :
    Premis Umum (PU) : Menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu (semua A) memiliki sifat atau hal tertentu (=B)
    Permis Khusu (PK) : Menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu (=C) adalah golongan tertentu itu (=A)
    Kesimpulan (K) : Menyatakan bahwa sesuatu atau sesorang itu (=C) memiliki sifat atau hal tersebut pada B (=B)

    Silogisme ini bagian dari penalaran deduksi. Jika dirumuskan sebagai berikut :

    PU : A = B
    PK : C = A
    K : C = B

    Jenis dan contoh Silogisme
    1.    Silogisme Penggolongan
    PU : AB
    PK : CA
    K   : CB
    Entimem: K karena PK
    Contoh
    PU     : Setiap murid yang masuk kelas unggulan pintar.
    PK    : Rani murid kelas unggulan.
    K       : Rani murid yang pintar.
    Entimem: Rani pintar karena rani masuk kelas unggulan.

    2.    Silogisme pemilihan
    PU   : ABC
    PK     : A tidak ingin B
    K     : A ingin C
    Entimem : K karena PK
    Contoh:
    PU  : Deni ingin pergi ke bandung atau ke bali.
    PK    : Deni tidak ingin ke bandung.
    K     : Deni ingin ke bali.
    Entimem : Deni ingin pergi ke bali karena tidak ingin ke bandung.

    3.    Silogisme pengandaian
    PU    : Jika A tidak B, A C
    PK     : A B
    K     : A tidak C
    Entimem : K karena PK
    Contoh: PU    : Jika Lukman tidak pergi ke sekolah, Lukman akan dimarahi ayah.
    PK    : Lukman pergi ke sekolah.
    K   : Lukman tidak dimarahi ayah.
    Entimem : Lukman tidak dimarahi ayah karena Lukman pergi ke sekolah.

    Entinem
    Adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
    Entinem berasal dari kata Enthymeme, enthymema (Yunani) yang berasal dari kata kerja enthymeisthai yang berarti ‘simpan dalam ingatan’
    Silogisme muncul hanya dengan dua proposisi.

    Source :

    http://ati.staff.gunadarma.ac.id/

    http://www.mizan-poenya.co.cc/2010/12/makalah-penalaran-deduktif-induktif.html

    http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/filsafat_ilmu/bab6-penalaran.pdf

     
  • ami26chan 3:00 pm on February 19, 2011 Permalink | Reply  

    Penalaran Induktif 

    Pengertian Penalaran
    Penalaran adalah proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan penalaran deduktif. Perbedaan dasar diantara keduanya dapat disimpulkan dari dinamika deduktif dengan progesi secara logis dari bukti-bukti umum kepada kebenaran atau kesimpulan yang khusus sementara dengan induktif, dinamika logisnya justru sebaliknya dari bukti – bukti khusus kepada kebenaran atau kesimpulan yang umum. Perbedaan antara keduanya, dapat digambarkan sebagai berikut.

    Dalam materi ini akan dibahas mengenai penalaran induktif dan juga macam-macam dari penalaran induktif.

    Penalaran induktif
    Merupakan proses berpikir yang bertolak dari satu atau sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu kesimpulan (inferensi) atau dapat diartikan juga sebagai penarikan kesimpulan berupa prinsip atau bersikap umum berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus.
    Contoh dari penalaran induktif adalah :
    Kucing mempunyai kelanjar susu untuk menyusui anaknya. Sapi mempunyai kelenjar susu untuk menyusui anaknya. Anjing mempunyai kelanjar susu untuk menyusui anaknya.
    Kesimpulan : semua hewan yang mempunyai kelenjar susu dapat menyusui anaknya.

    Ada pun macam-macam dari penalaran induksi, yaitu:

    Generalisasi
    Proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena atau peristiwa individual (khusus) untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tersebut. Generalisasi dapat diartikan juga sebagai pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar peristiwa. Generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh data statistic dan lain-lain.
    Contoh dari generalisasi:
    Pemakaian bahasa Indonesia diseluruh Indonesia baik dari generasi yang dahulu maupun generasi yang sekarang blum dapat diseragamkan. Perbedaan dapat dilihat mulai dari struktur kalimat maupun dalam hal pengucapan. Contoh lainnya dalam penyampaina yang ada pada surat kabar, pembawa acara radio maupun televisi masih belum dapat dikatakan benar karena sudah dapat bahasa pergaulan yang lebih umum untuk disampaikan dari pada bahasa Indonesia yang baik dan benar itu sendiri. Fakta-fakta yang ada ini masih menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditinggatkan lebih banyak lagi agar dapat tercapainya keselarasan dalam berbahasa.

    Macam-macam generalisasi:
    Generalisasi sempurna (generalisasi dengan loncatan)
    fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena atau peristiwa yang ada akan tetapi seluruh fenomena yang ada dapat menjadi dasar penyimpulan.
    Contoh : Hampir semua anak kelas 3 mengambil bagian dalam mengisi acara untuk perpisahan akhir tahun nanti.

    Generalisasi tidak sempurna (generalisasi tanpa loncatan)
    fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan dan sebagian fenomena dapat digunakan untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.
    Contoh : Semua anak-anak menyukai makanan yang manis-manis.

    Analogi
    Proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain dengan cara membandingkan peristiwa yang ada dengan peristiwa sebelumnya, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk satu hal berlaku juga untuk hal lain. Dengan kata lain penalaran analogi dapat diartikan sebagai proses penyimpulan berdasarkan fakta atau kesamaan atau proses membandingkan dari dua peristiwa (hal) yang berlainan berdasarkan kesamaannya kemudian ditariklah kesimpulan dari persamaannya tersebut.
    Contoh :
    Untuk menjadi seorang penari professional atau ternama dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Demikiannya dengan seorang atlit untuk dapat menjadi atlit professional dan berprestasi dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Oleh karena itu untuk menjadi seorang penari maupun seorang atlit diperlukan latihan yang rajin dan ulet.

    Source:

    http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/filsafat_ilmu/bab6-penalaran.pdf

    http://ati.staff.gunadarma.ac.id/

    http://www.mizan-poenya.co.cc/2010/12/makalah-penalaran-deduktif-induktif.html

     
  • ami26chan 3:37 pm on February 8, 2011 Permalink | Reply  

    I/O manager system.. 

    Sebelum lebih jauh membahas apa itu I/O manager system (manajemen input output) sebaiknya harus dipahamin dulu apa yang dmaksud dengan input dan output itu sendiri serta apa saja perangkat-perangkatnya, serta alat Input-Output. Alat input output merupakan piranti I/O (Input/Output) dihubungkan ke sistem komputer lewat I/O bus dan memiliki fungsi khusus untuk memberi masukkan data atau mengolah data atau mengolah data keluaran dari komputer.

    Input

    Merupakan data atau perintah yang dimasukan ke dalam memori komputer. Perangkat input merupakan komponen piranti keras yang oleh sii pengguna (user) digunakan untuk memasukkan data atau informasi dari luar ke dalamm memori komputer atau mikroprosessor misalnya dari keyboard atau mouse.

    Alat-alat input

    • Keyboard
    • Mouse
    • Scanner
    • Flatbed
    • Automatic Document Feeder  (ADF)
    • Disket
    • Hardisk
    • CD ROM

    Output

    Output merupakan data yang telah diproses oleh komputer menjadi sebuah informasi yang dapat digunakan oleh si pengguna (user). Empat kategori dasar yang ada pada output yaitu grafis, teks, audio dan video. Perangkat output merupakan komponen piranti atau perangkat keras yang menyampaikan informasi.

    Alat-alat output

    • Monitor
    • Printer
    • Speaker
    • Proyektor

    I/O manager system (manajeman input output sistem) yang sering disebut juga dengan device manager menyediakan device driver yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam atau secara bersamaan misalnya membuka, membaca, menulis, dan menutup. Contohnya pengguna (user) menjalankan atau menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada perangkat keras, CD ROM dan floppy disk.

    System I/O terdiri dari system buffer yang fungsinya dapat menanmpung sementara data dari atau ke piranti I/O, spooling berfungsi untuk penjadwalan dalam pemakaian I/O agar lebih efisien (masalah waktu), antarmuka device driver yang umum sehingga dapat menjalankan system operasi secara seragam, kemudian device untuk spesifik perangkat keras untuk menyediakan device agar dapat melakukan operasi secara rinci atau detail untuk perangkat keras tertentu.

    Hal-hal yang melatar belakangi sistem I/O pada komputer adalah adanya sistem operasi, sistem operasi mempunyai fungsi utama salah satunya adalah mengatur jalannya operasi input output beserta perangkatnya. Sistem operasi  juga harus memberikan perintah ke perangkat-perangkat tersebut, menangkap interupsi dan menangani eror atau kesalahan yang terjadi serta menyediakan perangkat antarmuka (interface) antara perangkat tersebut dengan keseluruhan sistem yang ada.

    Perangkat I/O dibagi menjadi 2 yaitu perangkat blok (yang menyimpan informasi dalam bentuk blok-blok) dan perangkat karakter (mengirim/menerima sebaris karakter tanpa menghiraukan blok). Selain perangkat sistem I/O terdiri dari 2 unit komponen yaitu komponen mekanis (mouse, layer,keyboard dll) dan komponen elektronik (disebut pengendali perangkat I/O).

     

    sumber:

    http://www.gudangmateri.com/2009/12/manajemen-input-output-komputer.html

    http://jtkpolbanrendyazhary.wordpress.com/2009/01/30/input-output/

     
    • Muhtadi 3:58 pm on February 8, 2011 Permalink | Reply

      trima kasih infonya tentang I/O daan juga jenis2nya…

    • agung 4:13 pm on February 8, 2011 Permalink | Reply

      pertamax…..!!! haha

    • rizqialextoramadhan 11:37 pm on February 8, 2011 Permalink | Reply

      coba sis jelaskan lebih lanjut mengenai perangkat blok?

    • kautsarz 2:15 am on February 9, 2011 Permalink | Reply

      jadi i/o manager itu cuma ngatur inputan ama outputan doang gitu yaa??
      ngaruh sama os nya sendiri ga sih?

    • M.Ridho 7:18 am on February 9, 2011 Permalink | Reply

      Nice Share Friend!

    • Hendra G 12:49 pm on February 9, 2011 Permalink | Reply

      Istilah “device Manager” mungkin lebih familiar di sistem operasi Windows.

    • Dwi Septyani 2:43 pm on February 9, 2011 Permalink | Reply

      gud job put, lumayan buat nambah pengetahuan ttg I/O manager… :)

    • Iqbal 4:17 pm on February 9, 2011 Permalink | Reply

      put maksudnya interface antara perangkat dengan seluruh sistem yang apa? bentuk nyata dari interface tersebut pa??

    • adi 4:53 pm on February 9, 2011 Permalink | Reply

      perangkat i/o yg bisa jadi input sama output apa aja nih???

    • bara 5:07 pm on February 9, 2011 Permalink | Reply

      owh ya,,,kalo so ERROR ,,apa yg bisa di lakukan ya??

    • Ramadhani ulansarii 4:39 am on February 10, 2011 Permalink | Reply

      thank infonya put….
      tapi jelasin agi yang lebig detail dunk tentang perangkat blok, gw masih kurang faham nich???

    • achiid 7:27 am on February 10, 2011 Permalink | Reply

      nanya yaa .. contoh perangkat karakter itu sendiri apa??

    • ami26chan 2:04 pm on February 10, 2011 Permalink | Reply

      -rizqi dan ulan:
      yang saya tau tentang perangkat blok itu biasanya perangkat tersebut menyimpan informasi dalam bentuk blok-blok berukuran tertentu dan mempunyai alamatnya masing-masing yang memungkinkan membaca atau menulis blok-blok secara independen, yaitu dapat membaca atau menulis sembarang blok tanpa harus melewati blok-blok lain..
      blok tersebut biasanya berukuran 128 sampai 1024 byte. sehingga Contoh : disk, tape, CD ROM, optical disk.

      -ella/kautsarz:
      menurut saya sii gtu, kan untuk menjalankan hal-hal yang lain kan ada managemen-managemennya tersendiri.klo dmaksdkan ngaruh sama os menurut saya setiap os kan pasti punya I/O.

      -iqbal:
      interface antar perangkat itu dengan seluruh sistem yang ada menurut saya maksdnya menyediakan fasilitas antarmuka atau penghubung antara perangkat-perangkat I/O dengan keseluruhan sistem yang mendukung I/O itu sendiri..kalau bentuk nyatanya interface itu mungkin lebih ke perangkat input dan perangkat outputnya..

      -adi:
      klau itu saya blom tau, saya juga masih belajar memehami.mungkin ada yang tau, ..hehe mav..

      -bara:
      kalo menurut saya yaa harus dibenerin dlu sonya baru kinerjanya bisa dijalankan lagi..

      -aciid:
      yang saya dapat contohnya itu seperti terminal, line printer, pita kertas, kartu-kartu berlubang, mouse.

      maav yaa kalau jawabanya masih kurang bisa dipahami atau ada kesalahan karna saya juga masih coba memahami tentang pembahasan ini..
      terima kasihh,,, :)

  • ami26chan 2:57 pm on January 10, 2011 Permalink | Reply  

    Fenomena Multimedia 

    Di zaman yang modern ini peranan multimedia sudah sangat berpengaruh. Multimedia itu sendiri merupakan pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video dan animasi dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Dalam definisi ini terkandung empat komponen penting multimedia. Pertama, harus ada komputer yang mengkoordinasi apa yang dilihat dan didengar yang berinteraksi dengan kita. Kedua, harus ada link yang menghubungkan kita dengan informasi. Ketiga, harus ada alat navigasi yang memandu kita, menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung. Keempat, multimedia menyediakan tempat kepada kita untuk mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi dan ide  kita sendiri. Multimedia dapat dimanfaatkan baik dalam bidang pendidikan, bisnis maupun kehidupan sehari-hari sudah sangat berpengaruh. Dalam bidang pendidikan multimedia digunakan sebagai alat untuk pembelajaran baik yang digunakan dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri. Multimedia juga bisa sangat membantu baik untuk pengajar maupun untuk para murid. Para pengajar dapat dengan mudah mengajarkan materi-materi yang akan dibahas dengan bantuan dari multimedia seperti penggunaan ohp maupun proyektor. Para murid dapat mencari atau mengakses bahan-bahan materi maupun tugas melalui multimedia juga dengan menggunakan komputer untuk mencari bahan melalui internet maupun sarana-sarana lainnya. . Di dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning. Dalam kehidupan sehari-hari multimedia digunakan sebagai alat berkomunikasi ataupun sekedar untuk mendapatkan hiburan semata.

     
  • ami26chan 4:11 pm on November 21, 2010 Permalink | Reply  

    Memahami Tentang Catatan Kaki, Daftar Pustaka dan Kutipan.. 

    Catatan kaki

    Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

    Definisi, Contoh & Membuat Catatan Kaki Foot Note

    Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas tentang apa itu catatan kaki atau foot note, Bagaimana cara membuatnya & seperti apa saja contohnya. Simak Uraian berikut ini.

    I. Definisi & Pengertian Umum Catatan Kaki / Foot Note

    Catatan kaki

    adalah keterangan yang dicantumkan pada margin bawah pada halaman buku. Catatan kaki biasanya dicetak dengan huruf lebih kecil daripada huruf di dalam teks guna menambahkan rujukan uraian di dalam naskah pokok. Catatan kaki untuk artikel yang diambil dari internet, cantumkan nama pengarang, judul artikel, tuliskan online (dalam kurung) diikuti alamat situsnya, seperti http:/ http://www.ed.gov./…; yang memudahkan pembaca untuk mengakses sumber tersebut.

    II. Jenis & Contoh Catatan Kaki / Foot Note

    Sekarang kita akan mempelajari pencantuman sumber kutipan pola konvensional. Cara pencantuman sumber kutipan dengan menggunakan pola konvensional, yaitu menggunakan catatan kaki atau foot note.

    Perhatikan contoh penggunaan catatan kaki yang digunakan pada buku Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer karya Jujun Suriamiharja berikut! Perhatikan pula nomor pada teks dan keterangan sumbernya pada catatan kaki.

    ————————————————————————————————————–

    Ilmu dan Moral

    Penalaran otak orang itu luar biasa, demikian simpulan ilmuwan kerbau dalam makalahnya, namun mereka itu curang dan serakah … .1) Adapun sebodoh-bodoh umat kerbau, sungguh menggelitik nurani kita. Benarkah bahwa makin cerdas maka makin pandai kita menemukan kebenaran, makin benar maka makin baik pula perbuatan kita? Apakah manusia yang mempunyai penalaran tinggi, lalu makin berbudi sebab moral mereka dilandasi analisis yang hakiki, ataukah malah sebaliknya: makin cerdas maka makin pandai pula kita berdusta? Menyimak masalah ini, ada baiknya kita memperhatikan imbauan Profesor Ace Partadiredja dalam pidato pengukuhannya selaku guru besar ilmu ekonomi di Universitas Gajah Mada, yang mengharapkan munculnya ilmu ekonomi yang tidak mengajarkan keserakahan?2)

    ………………………………………………………
    1) Taufiq Ismail, Membaca Puisi, Taman Ismail Marzuki, 30-31 Januari 1980.
    2) Kompas, 25 Mei 1981.

    ————————————————————————————————————–

    Bagi penulis, penggunaan catatan kaki ini sedikit lebih merepotkan dibandingkan dengan cara Harvard karena harus mengatur ruang pada bagian bawah halaman untuk tempat catatan kaki. Akan tetapi, bagi pembaca catatan kaki ini sangat memudahkan mengetahui sumber tanpa harus melihat daftar pustaka yang letaknya di bagian akhir buku.

    Catatan kaki untuk buku

    dimulai dengan nama pengarang diikuti koma, judul buku (ditulis dengan huruf awal kapital dan dicetak tebal atau dicetak miring), nomor seri, jilid dan nomor cetakan (kalau ada), kota penerbit (diikuti titik dua), nama penerbit (diikuti koma), dan tahun penerbitan (ditulis dalam kurung dan diakhiri dengan titik).

    Catatan kaki untuk artikel dan majalah

    dimulai dengan nama pengarang, judul artikel, nama majalah, nomor majalah jika ada, tanggal penerbitan, dan nomor halaman. Jika dari sumber yang sama dikutip lagi, pada catatan kaki ditulis ibid. (singkatan dari ibidum) yang artinya sama persis sumbernya dengan catatan kaki di atasnya. Jadi mirip dengan idem atau sda. Untuk sumber yang telah disisipi sumber lain, digunakan istilah op. cit. (singkatan dari opere citato). Untuk sumber dari majalah dan koran yang telah disisipi sumber lain digunakan istilah loc. cit. (singkatan dari loco citato).

    Perhatikan contoh berikut!

    …………………………………………………
    2 Ratna Wilis Dahar, Teori-Teori Belajar (Jakarta: Depdikbud, 1988), hal. 18.
    3 Nurhadi, Membaca Cepat dan Efektif (Bandung: Sinar Baru, 1986), hal. 25
    4 Ibid., hal. 15
    5 Ratna Wilis Dahar, op.cit., hal. 17

    Catatan kaki di atas menunjukkan bahwa sumber nomor 4 sama dengan sumber nomor 3. Sumber nomor 5 sama dengan nomor 2.

    Daftar Pustaka

    Dalam penulisan makalah, penulisan ilmiah, skripsi, buku dan lain-lain terdapat lembar daftar pustaka, terdapat beberapa hal terkait dengan daftar pustaka yang harus anda ketahui, antara lain :

    1.      Pengertian Daftar Pustaka

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karya tulis atau buku dan disusun berdasarkan abjad. Menurut Gorys Keraf yang dimaksud dengan daftar pustaka atau bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel- artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan yang sedang digarap.

    Melalui daftar pustaka pembaca atau penulis dapat melihat kembali kepada sumber aslinya. Mereka dapat menetapkan apakah sumber itu sesungguhnya mempunyai keterkaitan dengan isi pembahasan itu, dan apakah bahan itu dikutip dengan benar atau tidak. Dan sekaligus dengan cara itu pembaca dapat memperluas pula pengetahuannya dengan bermacam-macam referensi itu.

    2.      Fungsi Daftar Pustaka

    Dari daftar pustaka banyak hal yang dapat kita peroleh, antara lain ;

    a.       Memberikan informasi bahwa pernyataan yang dibuat bukan hasil pemikiran sendiri tapi juga ditambahkan dengan pemikiran orang lain.

    b.       Apabila pembaca menginginkan mendalami lebih jauh pernyataan yang dikutip, dapat membaca sendiri referensi yang menjadi sumber kutipan.

    c.       Memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku yang telah membantu kita dalam penulisan karya tulis yang kita selesaikan.

    d.       Menjaga profesionalitas penulis terhadap karya tulis yang telah dia buat.

    3.      Unsur-unsur Daftar Pustaka

    Hal yang perlu diketahui dalam penulisan daftar pustaka, yaitu :

    a.       Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.

    b.      Judul buku, termasuk judul tambahannya.

    c.      Data publikasi, nama penerbit, tempat terbit, tahun terbit, edisi buku tersebut.

    d.      Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor, dan tahun.

    4.     Jenis-jenis Daftar Pustaka

    a.      Kelompok Textbook

    • Penulis perorangan.
    • Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor.
    • Buku yang ditulis / dibuat oleh lembaga.
    • Buku terjemahan.

    b.      Kelompok Jurnal

    • Artikel yang disusun oleh penulis.
    • Artikel yang disusun oleh lembaga.
    • Kelompok makalah yang diresentasikan dalam seminar / konferensi / symposium.

    c.      Kelompok disertasi / tesis

    d.      Kelompok makalah / informasi dari Internet

    5.     Penyusunan Daftar Pustaka

    Penyusunan daftar pustaka dan penunjukannya pada naskah mengikuti salah satu

    dari tiga sistem berikut :

    a.     Nama dan Tahun (Name and Year System). Daftar pustaka disusun secara abjad  berdasarkan nama akhir penulis      dan tidak dinomori. Penunjukan pada naskah dengan nama akhir penulis diikuti tahun penerbitan.

    b.     Kombinasi Abjad dan Nomor (Alphabet-Number System). Pada sistem ini cara penunjukannya dalam naskah adalah dengan memberikan nomor sesuai dengan nomor pada daftar pustaka yang disusun sesuai abjad.

    c.     Sistem Nomor (Citation Number System). Kutipan pada naskah diberi nomor  berurutan dan susunan daftar pustaka mengikuti urutan seperti tercantum pada naskah dan tidak menurut abjad.

    6.   MetodeHavard

    Contohnya seperti pada gambar di bawah ini.

    7.   Cara Penulisan Daftar Pustaka Textbook

    a.    Buku yang ditulis/dibuat oleh lembaga : nama lembaga, tahun terbit, judul buku (cetak miring atau garis bawahi), edisi dan volume, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.

    b.    Buku terjemahan : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul buku (cetak miring atau garisbawahi), penerjemah, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.

    8.   Cara Penulisan Daftar Pustaka Jurnal dan Disertasi/Tesis

    a.    Kelompok makalah yang dipresentasikan dalam seminar/konferensi/simposium : nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul makalah, nama forum penyajian (cetak miring atau garisbawahi), kota, bulan dan tanggal penyajian.

    b.    Kelompok disertasi/tesis : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul disertasi/thesis (centang miring atau garisbawahi), tempat penerbitan (kota), universitas, kata “disertasi” atau “tesis”.

    9.    Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Internet

    a.     Kelompok makalah / informasi dari Internet (apabila ada nama penulis) : nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul makalah / informasi, alamat Internet.

    b.     Kelompok makalah / informasi dari Internet (apabila tidak ada nama penulis) : nama lembaga yang menulis, tahun penyajian, judul makalah / informasi, alamat Internet.

    Kutipan

    Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau seseorang,

    baik berupa tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya,

    mau pun dalam bentuk lisan.

    Tujuan

    Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi

    selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah

    karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal

    yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip

    karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:

    a. landasan teori

    b. penguat pendapat penulis

    c. penjelasan suatu uraian

    d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu.

    Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:

    1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu

    2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan

    3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori

    4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung

    5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak

    langsung

    6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan

     

    Prinsip Mengutip

    a. Karena kutipan itu pada hakekatnya adalah pinjaman pendapat seseorang, maka

    pengutip jangan mengadakan perubahan, baik kata-katanya mau pun tekniknya.

    Bila penulis terpaksa mengadakan perbaikan, misalnya dianggap ada kesalahan,

    penulis harus memberi keterangan.

    Contoh:

    Tugas bank antara lain adalah memberi pinjam uang.

    Pengutip tahu bahwa dalam kalimat itu ada kata yang salah, namun pengutip

    tidak boleh memperbaikinya.

    Cara memperbaikinya:

    1) Tugas bank antara lain memberi pinjam [seharusnya, pinjaman,

    penulis] uang.

    2) Tugas bank antara lain memberi pinjam [Sic!] uang.

    [Sic!] artinya dikutip sesuai dengan aslinya.

    Cara 2) ini lebih umum.

    b. Menghilangkan bagian kutipan

    Dalam kutipan diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan

    dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan

    perubahan makna.

    Caranya:

    1) menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.

    Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi

    2) menghilangkan bagian kutipan yang lebih dari satu alinea.

    Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi sepanjang garis

    (dari margin kiri sampai ke margin kanan)

    4. Jenis Kutipan

    Kutipan langsung

    Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].

    Cara penulisannya sebagai berikut :

    a)    Kutipan yang panjangnya kurang dari empat baris dimasukkan kedalam teks,

    • Diketik seperti ketikan teks
    • Diawali dan diakhiri dengan tanda (“)
    • Sumber rujukan ditulis langsung sebelum atau sesudah teks kutipan

    b)    Kutipan yang terdiri dari empat baris atau lebih,

    • Diketik satu spasi
    • Dimulai tujuh ketukan dari batas tepi kiri
    • sumber rujukan ditulis langsung sebelum teks kutipan

    Cara Mengutip

    1) yang tidak lebih dari empat baris:

    • kutipan diintegrasikan dengan teks
    • jarak antar baris kutipan dua spasi
    • kutipan diapit dengan tanda kutip
    • sesudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam
    • tanda kurung ditulis sumber dari mana kutipan itu diambil, dengan
    • menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit,
    • dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil

    2) yang lebih dari empat baris:

    • kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
    • jarak antar baris kutipan satu spasi
    • kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks
    • pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru,
    • maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan
    • kutipan diapit oleh tanda kutip atau tidak diapit tanda kutip
    • di belakang kutipan diberi sumber kutipan {seperti pada 1)}

    Kutipan tak langsung

    Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
    Adapun cara penulisannya sebagai berikut :

    • Kalimat-kalimat yang mengandung kutipan ide tersebut ditulis dengan spasi rangkap sebagaimana dengan teks biasa
    • Semua kutipan harus dirujuk
    • Sumber-sumber rujukan harus ditulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung kutipan

    Cara Mengutip

    1) kutipan diintegrasikan dengan teks

    2) jarak antar baris kutipan spasi rangkap

    3) kutipan tidak diapit tanda kutip

    4) sesudah selesai diberi sumber kutipan

    Kutipan pada catatan kaki

    Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu

    singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks

    asli.

    Kutipan atas ucapan lisan

    Harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila

    pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai

    kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.

    Kutipan dalam kutipan

    Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.

    Dalam hal ini dapat ditempuh dua cara:

    1) bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat

    mempergunakan tanda kutip tunggal atau tanda kutip ganda

    2) bila kutipan asli memakai tanda kutip tunggal, kutipan dalam kutipan

    memakai tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda

    kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal.

    Kutipan langsung pada materi

    Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hingga perhentian terdekat,

    (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa

    yang berbicara.

    Contoh:

    Jelas,kata Prof. Haryati, kosa kata bahasa Indonesia banyak

    mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.

    Catatan: Kutipan yang panjang sebaiknya dimasukkan dalam lampiran

    Sumber dari :

    http://www.docstoc.com/docs/22448919/04-Penulisan-Daftar-Pustaka

    http://www.scribd.com/doc/36537268/Penyusunan-Daftar-Pustaka

    http://lytasapi.wordpress.com/2010/06/05/pengertian-fungsi-dan-jenis-kutipan/

    http://fikarzone.wordpress.com/

    http://mycandybaby.wordpress.com/2009/12/26/daftar-pustaka-dan-kutipan/

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.